• Inas024

Resso, Aplikasi Streaming Musik dengan Fitur Sosial Media. Apakah Spotify Akan Ditinggalkan?


Ketika perusahaan induk TikTok, ByteDance, meluncurkan layanan streaming musik mandiri di India pada Maret 2020, tidak jelas apakah akan ada ruang bagi pendatang baru di pasar audio yang sudah ramai. Saat diluncurkan, perusahaan mencoba membedakan dirinya sebagai aplikasi musik sosial untuk Gen Z dan pengguna milenium, mensponsori festival musik di universitas untuk mendorong penawarannya kepada anak-anak muda.


Dikutip dari Insider, aplikasi ini kemudian menambahkan fitur yang mirip dengan aplikasi TikTok. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menambahkan video pendek (disebut "vibes") dan komentar ke lagu. Hal itu menyesuaikan kontennya untuk generasi yang lebih muda, bahkan mereka mengkategorikan musik dari tahun 1990-an sebagai "retro" dalam daftar putarnya.


Di luar aplikasi Resso, ByteDance telah memantapkan dirinya sebagai pemain penting dalam industri musik. Tren lagu di TikTok telah berhasil membentuk Billboard 100 dan Spotify Viral 50, artis serta label rekaman pun mulai menggunakan aplikasi ini untuk mempromosikan lagu baru mereka kepada audiens Gen-Z. Bagi mereka, menargetkan audiens muda yang sama untuk layanan musik mandiri sepertinya merupakan langkah logis berikutnya.


Di India, strategi itu membuahkan hasil. Hampir dua tahun setelah kedatangan Resso di negara itu, data baru menunjukkan bahwa aplikasi musik ByteDance sedang mengejar Spotify dan pesaing lainnya di negara tersebut. Di Indonesia sendiri, Resso menjadi salah satu aplikasi yang cukup banyak penggunanya. Bulan lalu, diperkirakan ada 8,3 juta pengguna aktif bulanan Resso dibandingkan dengan 9,5 juta pengguna aktif bulanan Spotify di negara ini, menurut Apptopia. Resso sendiri tak berhenti berinovasi dengan ide-ide kreatifnya hingga terus menarik peminat baru dari kalangan anak muda.


Mendekati hari kasih sayang, Resso juga mengadakan kampanye "Berbagi Cerita Cinta". Dikutip dari Kompas.com, platform Resso mengajak para pengguna mengungkapkan perasaan cinta kepada orang-orang tersayang melalui kampanye ini. Kampanye "Berbagi Cerita Cinta" berlangsung mulai tanggal 10 hingga 15 Februari 2022 di aplikasi Resso. Melalui fitur komentar di Resso, para pengguna dapat membagikan cerita cinta mereka dan berinteraksi langsung bersama lima musisi papan atas yang ikut serta dalam kampanye ini. Untuk berpartisipasi, pengguna dapat membagikan cerita cinta mereka dalam15 karakter dan mencantumkan tagar #CeritaCinta pada salah satu lagu pilihan yang merefleksikan mood mereka di laman lagu kelima musisi. Resso akan memilih komen berdasarkan kriteria dan nilai cerita setiap hari untuk disorot dalam "Komen Hari Ini". Kelima musisi ini kemudian akan memilih dan membalas 25 curhatan para penggemar yang paling menarik di lagu mereka.


Akan ada lima artis yang siap berinteraksi pada tanggal 14 Februari melalui lagu pilihan mereka. Di antaranya NOAH dengan lagu "Menghapus Jejakmu", Tiara Andini dengan "Merasa Indah", Marion Jola dengan "Overthinking", Mahalini dengan "Sisa Rasa", dan Fatin dengan "Ingin Bertemu Lagi". Matthew Tanaya selaku Artist Promotions Lead Resso Indonesia mengungkapkan, melalui fitur komentar Resso ingin menyediakan kesempatan untuk para penggemar agar bisa berbagi cerita cinta mereka secara interaktif bersama musisi idola mereka.


"Kami harap para penggemar bisa merayakan hari kasih sayang mereka dengan lebih spesial melalui kampanye ini," ucap Matthew dalam siaran pers, Jumat (11/2/2022).


Konsisten sebagai aplikasi musik sosial, terdapat berbagai fitur Resso yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk menyampaikan pesan atau menggambarkan suasana hati mereka. Fitur lyric quote menjadi salah satu yang paling digemari, serta paling sering dibagikan oleh para pengguna Resso di berbagai platform media sosial. Fitur populer lainnya adalah fitur komentar yang memberikan kemudahan bagi para artis maupun pengguna untuk berinteraksi satu sama lain. Melalui fitur komentar, para musisi dapat dengan mudah menyapa fans dan mendapatkan masukan atas lagu-lagunya. Sebaliknya, para pengguna pun dapat menyampaikan pujian atau kritik kepada musisi favorit mereka. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat berdiskusi dua arah dengan penggemar atau pengguna lainnya.


Tak hanya fokus kepada pengguna, Resso juga memiliki program untuk para musisi. Resso Coaching Clinic adalah forum berbagi dari para ahli di industri musik yang diadakan Resso untuk mengupas peluang berkarir di industri musik era digital. Mengangkat topik "Bangun Karier Musikmu di Era Digital", acara yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (27/1) lalu menghadirkan musisi, pencipta lagu dan produser Ade Govinda, sound engineer serta anggota band Lomba Sihir, Wisnu Ikhsantama, dan Otti Jamalus, musisi, mentor dan pemilik Otti Jamalus Music House untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan tips seputar karier di industri musik tanah air.

Edisi keempat dari Resso Coaching Clinic ini dibuka dengan pembahasan singkat mengenai pergerseran yang terjadi di industri musik akibat pandemi COVID-19. Proses penciptaan, produksi, distribusi, hingga pertunjukan musik kini dilakukan menggunakan teknologi komunikasi digital — sebuah disrupsi yang belum pernah terjadi industri musik. Kehadiran platform musik streaming dan media sosial juga mengubah interaksi antara musisi atau artis dengan para penggemarnya. Era digital memudahkan mereka untuk memperkenalkan dan mempromosikan karya-karya mereka, serta memperluas jangkauan basis penggemar.

"Resso berusaha untuk dapat mengakomodasi perubahan-perubahan ini. Bagi user, kami berusaha untuk mengoptimalkan berbagai fitur yang tersedia di aplikasi kami sehingga para pengguna dapat mempersonalisasi kebutuhan musik mereka. Sedangkan bagi musisi dan artis, Resso memberikan dukungan melalui kampanye musik, playlist, dan tentunya fitur komen yang dapat dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan penggemar," kata Matthew.