• Inas024

Danilla Riyadi Kangen Banget sama Teman-teman Hingga Ciptakan Album "Pop Seblay"!


Danilla sepertinya ingin mengajak pendengar untuk lebih mengenal dirinya. "Pop Seblay" menjadi album ketiga yang dirilis oleh Laguland Records, ini merupakan koleksi lagu yang memadukan sisi elegan dari album-album sebelumnya ("Telisik", "Lintasan Waktu" dan mini album "Fingers") dengan aransemen yang lebih riang, lirik lebih lugas, serta sifat cuek dan apa adanya yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari Danilla.


Album ini diproduseri oleh Otta Tarrega dan Danilla serta Lafa Pratomo sebagai co-produser, adalah album yang lahir dari kerinduan pada orang-orang berjasa dibalik kesuksesan seorang Danilla selama ini, yakni para teman dan rekan kerja yang menjadi jarang bertemu akibat pandemi.


"'Pop Seblay' itu sebetulnya album yang jadi karena satu alasan: kangen sama anak-anak. Terus karena aku kangen, ingin banget lagu-lagu ini yang kerjakan anak-anak saja," kata Danilla.


Alhasil, selama sebulan penuh di September 2021 semua anggota Tim Kesuksesan Danilla menempati studio Ruang Waktu demi menggarap 12 lagu di album ini yang sebagian besar diciptakan oleh Danilla dan Otta. Semua anggota tim diberi kesempatan berkontribusi, mulai dari musisi pengiring hingga Lupus Mutiara yang merupakan kucing penunggu Ruang Waktu pun ikut bersuara pada lagu "Di Balik Selimut".


Album ini turut menghadirkan sejumlah tamu spesial, ada Sigit Pramudita dari Tigapagi, Bobby Mandela, penyanyi Teddy Adhitya, dan seniman visual Fluxcup yang jadi inspirasi judul album ini karena seri videonya "Monyet Seblay". Fluxcup mendapat kehormatan membuka "Pop Seblay" dengan monolog absurdnya yang khas. Danilla sendiri mengartikan kata "Seblay" sebagai situasi "kayak habis capek, terus dapat makanan enak banget, terus merokok, kekenyangan, kena angin," jelasnya.

Dengan kebersamaan itu, tak heran jika album ini penuh dengan humor dan lelucon internal, baik dari segi musik yang tiba-tiba menyelipkan dangdut atau disko maupun dari segi liriknya yang membicarakan tradisi menginjak sepatu teman ("Di Mana?"), keterpanaan saat bertemu lawan jenis ("Kudikan"), serta kegagalan saat berusaha mendekatinya ("Kiw").


"Kalau kata Lafa, ini candaan tongkrongan dibawa masuk ke sini. Persona Danilla menongkrong dibawa masuk ke sini," kata Danilla.


"Makanya di sini yang aku ingin angkat itu, kalian mesti tahu, gue kangen banget ketemu anak-anak ini," lanjutnya.


Bagi Danilla, ini merupakan album yang paling seru. Baginya, album ini seperti menyatakan bahwa inilah Danilla dan karakternya saat bersama teman-temannya.


Saat ditanya apa harapannya dari album ini, Danilla hanya menjawab "laku". Sebuah jawaban yang sangat Danilla, seperti "Pop Seblay" yang juga merupakan album yang "Danilla banget".